Jangan takut miskin lantaran besedekah. Jangan khawatir berkurang harta karena memberi. Semua yang dikorbankan pasti akan dibayar berlipat ganda oleh Allah. Allah membentangkan penawaran-Nya, siapakah yang berkenan memberi pinjaman kepada-Nya? kepada mereka yang menjawab tawaran ini, Allah menjanjikan pengembalian yang lebih besar ditambah dengan pengampunan-Nya.
Mestinya penawaran Allah ini berkategori "saham unggulan" karena datangnya dari xat yang tidak pernah ingkar. Namun, kita sering mengabaikannya padahal kita sama-sama tahu Dia tidak pernah ingkar. Misalnya, ketika Dia mewanti-wanti kita bahwa siapapun yang bernyawa pasti mati, maka kita lihat bahwa siapapun yang bernyawa pasti akan menemui kematiannya.
Bagi Allah, dari punya uang menjadi banyak utang adalah perkara yang gampangnya luar biasa. Bagi Allah, menghinakan seseorang yang sedang jaya-jayanya adalah sangat mudah. Dan biasanya, manusia ketika dihadapkan kepada kehinaan, kesulitan, kemiskinan, barulah melayangkan sebuah janji yang menyertai sebuah permohonan. Bahwa kalau kembali mulia, kalau kesulitan lepas, dan kalau kekayaan kembali datang, ia akan berbuat baik dan ingat akan sesama.
Memberi pinjaman kepada Allah berarti bersedekah. Jangan takut miskin lantaran bersedekah, jangan khawatir menja
Sabtu, 31 Januari 2009
Senin, 29 Desember 2008
Makna Harga Diri
Manusia bisa menegakkan harga dirinya bila bisa hidup dengan bermodalkan kejujuran. Kejujuran adalah soal harga diri ?"Ah, kata siapa," begitu kata nafsu.
"Lihatlah mereka yang jujur. Hidupnya jadi susah. Lihat yang lainnya, mereka sudah bisa beli ini dan bisa beli itu. Orang bisa menegakkan harga dirinnya kalau ia lepas kejujuran. Tidak apa-apa bohong demi kekayaan, memangnya nggak mau, memangnya nggak bosan miskin?" kata nafsu lagi.
Begitulah bila nafsu yang bicara. Dia akan mencari jalan pintas apapun, yang dapat membuatnya terpuaskan. Ujung-ujungnya, bukan kepuasan yang didapat, bukan kemuliaan yang didapat, malah penyesalan dan kehinaan.
Bila hidup dengan standar manusia, boleh jadi kita terperangkap dengan tema-tema kesuksesan dan kesenangan berwajah materi. Mobil mewah, rumah mewah, serba ada, bisa jalan-jalan keluar negeri, bisa berlibur ketempat-tempat yang indah adalah sebagian bentuk dari wajah materi. Bila kita mencari kebahagiaan dan kesenangan pada apa yang disebut diatas, boleh jadi kita akan menggadaikan kejujuran.
Coba kita hidup dengan standar ilahi. Kaya boleh, tapi menjadi kaya dengan usaha dan doa, menjadi kaya tanpa meninggalkan ibadah dan keimanan. Kebahagiaan dan kesenangan di mata Tuhan adalah bila mendapatkan ridha-Nya. Untuk mendapatkan ridha-Nya, kita harus hidup mulia, hidup terhormat, dan mengusung nilai-nilai iman dan takwa. Kita tidak akan menjadi hina, hanya karena kita miskin di dunia, sebab kita kaya hati. Hidup kita cukupkan dengan pemberian dari Allah. Kita tidak takut karena tidak untung. Justru orang-orang mukmin khawatir keuntungan perdagangannya menjadi tidak berkah bila tidak jujur. Untuk apa senang bila kemudian harus menderita. Untuk apa hidup kaya, kalau jauh dari keberkahan.
Mari kita sama-sama jaga harga diri dengan memelihara kejujuran. Bukan harga diri di mata manusia, tapi harga diri di mata Allah. Biar Allah yang mengangkat derajat kita. Dia punya berjuta cara misterius dalam memuliakan hamba-hamba-Nya yang saleh. Wallahu a'lam.
......... sesungguhnya dunia akan diwarisi mereka yang berjalan lurus. (QS. Al-Anbiya' : 105)
Senin, 22 Desember 2008
Hikmah Kegagalan
Kegagalan itu biasa. Itu kata mereka yang tidak mengenal kata putus asa. Tapi bagi mereka yang mudah mengeluh, kegagalan berarti keburaman, selesai.
Ada dua hal mengenai kegagalan. Pertama, kegagalan adalah sebuah perlindungan Tuhan dari sebuah kegagalan yang lebih besar. Artinya, jika kita tidak gagal sekarang, bisa jadi kegagalan yang lebih besar yang akan terjadi. Kita tidak tahu apa yang terbaik untuk kita. Kedua, kegagalan adalah wujud kesuksesan yang lebih besar, bisa jadi kegagalan saat ini merupakan pintu kesuksesan di bidang yang lain.
Intinya kepositifan berpikir. Apapun yang terjadi sangat kita perlukan cara berpikir yang positif. Hasilnya, kehidupan akan berlangsung dalam keadaan yang tetap nyaman. Coba kalau kita berpikir dengan pola pikir yang negatif, maka kenegatifan itu yang akan mewarnai kehidupan di masa yang akan datang.
Kesuksesan biasanya muncul setelah satu atau dua kali kegagalan. Seseorang akan belajar habis-habisan apa yang perlu dilakukan dan apa yang perlu diubah dalam menyikapi kegagalan. Jadilah pemenang pada setiap keadaan. Karena seorang pemenang adalah bukan saja ketika ia bisa meraih kesuksesan, tetapi ketika ia juga bisa menerima kegagalan dengan lapang dada. Dibalik kegagalan ada sejuta harapan, asal kita bergantung kepada Sang Pemenuh Harapan, Allah SWT. Wallahu a'lam.
Ada dua hal mengenai kegagalan. Pertama, kegagalan adalah sebuah perlindungan Tuhan dari sebuah kegagalan yang lebih besar. Artinya, jika kita tidak gagal sekarang, bisa jadi kegagalan yang lebih besar yang akan terjadi. Kita tidak tahu apa yang terbaik untuk kita. Kedua, kegagalan adalah wujud kesuksesan yang lebih besar, bisa jadi kegagalan saat ini merupakan pintu kesuksesan di bidang yang lain.
Intinya kepositifan berpikir. Apapun yang terjadi sangat kita perlukan cara berpikir yang positif. Hasilnya, kehidupan akan berlangsung dalam keadaan yang tetap nyaman. Coba kalau kita berpikir dengan pola pikir yang negatif, maka kenegatifan itu yang akan mewarnai kehidupan di masa yang akan datang.
Kesuksesan biasanya muncul setelah satu atau dua kali kegagalan. Seseorang akan belajar habis-habisan apa yang perlu dilakukan dan apa yang perlu diubah dalam menyikapi kegagalan. Jadilah pemenang pada setiap keadaan. Karena seorang pemenang adalah bukan saja ketika ia bisa meraih kesuksesan, tetapi ketika ia juga bisa menerima kegagalan dengan lapang dada. Dibalik kegagalan ada sejuta harapan, asal kita bergantung kepada Sang Pemenuh Harapan, Allah SWT. Wallahu a'lam.
Kamis, 18 Desember 2008
Kawan, berhentilah selagi sempat !
"Harusnya, pas gak ketahuan, kau berhenti !" kata Haris. "Nggak bisa! Maunya sih begitu, tapi nggak bisa," jawab Bedu.
"Iya sih, pasti nggak bisa. Korupsi tuh, emang begitu. Kalo gak ketahuan pasti ketagihan."
Kawan, sebenarnya bukan saja pada korupsi, seseorang bakal mengulangi perbuatannya, melainkan pada seluruh kasus kejahatan. Sekali kejahatan dilakukan, biasanya kita memang tergoda untuk mengulanginya. Dan sekali menjadi kebiasaan, tambah sulit mengobatinya.
Seseorang yang biasa minum akan sulit menghentikan kebiasaan minumnya. Seseorang yang biasa berbohong, akan terus menambah banyak daftar kebohongannya. Seseorang yang berhasil mencuri barang-barang kecil, akan beralih mencuri barang-barang yang lebih besar. Seseorang yang berhasil mencuri barang-barang yang sedikit akan tergoda untuk mencuri barang-barang yang lebih banyak. Seseorang yang berhasil korupsi kecil-kecilan akan tergoda untuk korupsi besar-besaran.
Itulah sebagian contoh kasus yang menjadi pembenaran bahwa jangan pernah membiarkan sedikit pun celah bagi nafsu untuk bisa masuk menguasai hati, tubuh, dan pikiran kita. Sekali kita beri kesempatan, akan sulit mengusirnya. Apalagi, sifat asli manusia itu serakah-bahkan terhadap kejahatan sekalipun.
Banyak cerita pelaku-pelaku kejahatan khususnya korupsi yang tertangkap dalam aksinya yang kedua dan ketiga, atau ketika perbuatan itu terulang. Terhadap mereka, kadang kita tidak bisa bilang, Hei kawan, berhentilah!" Karena memang mereka tidak mudah untuk bisa berhenti. Terlena.
Beruntunglah, bila ada diantara kita yang langkah kejahatan kita dihentikan Allah. Entah itu ketahuan pada aksi pertama atau gagal melancarkan aksi. Berarti kita masih disayang oleh Allah. Allah ingin kita berubah menjadi lebih baik. Tapi ya, terhadap mereka yang baru terbongkar setelah sekian belas kali aksi kejahatannya, patut pula bersyukur. Coba, kalau kematian yang menghentikan aksinya? pasti repot.
Akhirnya, bila ingin selamat, jangan berada ditepi jurang. Sekali jatuh, susah buat naik kembali. Wallahu a'lam.
"Iya sih, pasti nggak bisa. Korupsi tuh, emang begitu. Kalo gak ketahuan pasti ketagihan."
Kawan, sebenarnya bukan saja pada korupsi, seseorang bakal mengulangi perbuatannya, melainkan pada seluruh kasus kejahatan. Sekali kejahatan dilakukan, biasanya kita memang tergoda untuk mengulanginya. Dan sekali menjadi kebiasaan, tambah sulit mengobatinya.
Seseorang yang biasa minum akan sulit menghentikan kebiasaan minumnya. Seseorang yang biasa berbohong, akan terus menambah banyak daftar kebohongannya. Seseorang yang berhasil mencuri barang-barang kecil, akan beralih mencuri barang-barang yang lebih besar. Seseorang yang berhasil mencuri barang-barang yang sedikit akan tergoda untuk mencuri barang-barang yang lebih banyak. Seseorang yang berhasil korupsi kecil-kecilan akan tergoda untuk korupsi besar-besaran.
Itulah sebagian contoh kasus yang menjadi pembenaran bahwa jangan pernah membiarkan sedikit pun celah bagi nafsu untuk bisa masuk menguasai hati, tubuh, dan pikiran kita. Sekali kita beri kesempatan, akan sulit mengusirnya. Apalagi, sifat asli manusia itu serakah-bahkan terhadap kejahatan sekalipun.
Banyak cerita pelaku-pelaku kejahatan khususnya korupsi yang tertangkap dalam aksinya yang kedua dan ketiga, atau ketika perbuatan itu terulang. Terhadap mereka, kadang kita tidak bisa bilang, Hei kawan, berhentilah!" Karena memang mereka tidak mudah untuk bisa berhenti. Terlena.
Beruntunglah, bila ada diantara kita yang langkah kejahatan kita dihentikan Allah. Entah itu ketahuan pada aksi pertama atau gagal melancarkan aksi. Berarti kita masih disayang oleh Allah. Allah ingin kita berubah menjadi lebih baik. Tapi ya, terhadap mereka yang baru terbongkar setelah sekian belas kali aksi kejahatannya, patut pula bersyukur. Coba, kalau kematian yang menghentikan aksinya? pasti repot.
Akhirnya, bila ingin selamat, jangan berada ditepi jurang. Sekali jatuh, susah buat naik kembali. Wallahu a'lam.
Selasa, 09 Desember 2008
Keberkahan Hidup
Ketika kita mengalami kesusahan yang seakan tidak pernah behenti singgah di kehidupan kita, segeralah kita koreksi. Jangan-jangan kita sudah dicap Allah SWT sebagai orang-orang yang lupa akan diri-Nya dan lupa berterima kasih kepada-Nya. Sebab, kalau sudah dianggap kufur nikmat, Allah memang akan mencabut nikmat-nikmat-Nya, yang berarti hadirnya kesulitan-kesulitan. Setiap kali kesulitan itu hilang Allah gantikan dengan kesulitan lain. Salah satu peringatan Allah ada di Surat Tha Ha (20) ayat 124. Allah berfirman, yang artinya :"Siapa saja yang berpaling dari peringatan Allah, alias melupakan-Nya, atau menentang-Nya, maka kehidupannya akan menjadi sempit, kehidupannya akan diliputi kesusahan."
Boleh saja kita kaya, tetapi bilamana kekayaan itu dibangun dari cara yang tidak benar, menurut Jalan Allah, kekayaan itu tidak akan membawa manfaat apapun bagi kita. Boleh saja kita berpakaian kemewahan dan berbajukan kekuasaan, tapi bila terengkuh lewat cara-cara yang membawa kepada keresahan dan kegelisahan, semua itu takkan membahagiakan dan takkan menyenangkan.
Jika kita ingin kekayaan kita langgeng, kesehatan dijaga, dan dijauhkan dari kesusahan yang menghancurkan kehidupan kita, jawabannya adalah menjaga keberkahan hidup.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (QS. Al A'raf : 96)
Salah satu cara menjaga keberkahan hidup adalah dengan mengingat Sang Pemberi, sedangkan sebagian jalan mengingat-Nya adalah dengan mencari rezeki yang HALAL dan menyedekahkannya kembali. Wallahu a'lamu.
Langganan:
Postingan (Atom)