Photobucket

Sabtu, 22 November 2008

Berkah dibalik Basmalah

Sebuah kisah, hidup seorang perempuan tua yang taat beragama. Yang senantiasa membaca bismillah setiap kali hendak melakukan apapun, termasuk ketika berbincang. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan senantiasa memperolok-olokkan isterinya. "Huh, dikit-dikit Bismillah."

Isterinya hanya diam, namun sebaliknya dia berdoa kepada Allah SWT supaya memberikan hidayah kepada suaminya.

Puncak kedengkian sang suami, ia berniat ingin mengerjai sang isteri. Sang suami memberikan uang yang dengan berkata, "simpan duit ini". Isterinya menerima uang itu dan menyimpan ditempat yang aman. Lantas oleh sang suami diintip tempat penyimpanannya.

Malamnya, tanpa sepengetahuan sang isteri, ia mengambil uang tersebut dan mencampakkan kantong uang kedalam sumur dibelakang rumahnya.

Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku uang yang aku berikan dahulu."

Kemudian isterinya pergi ketempat dia menyimpan uang itu dan diikuti oleh suaminya. Dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu sambil membaca, Bismillahirrahmanirrahim".

Ketika itu, dengan seizin Allah SWT, tas uang tersebut berada kembali ditempatnya dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.

Alangkah terperanjat suaminya. Dia merasa malu dan mengakui perbuatannya.

Ayat Kursi Menjelang Tidur

Sahabat Abu Hurairah r.a. ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga gudang zakat dibulan Ramadhan. Pada malam pertama, ia menangkap pencuri yang ketahuan masuk ke gudang. Namun karena memelas sebagai orang miskin, ia pun melepaskannya. Malam kedua, sang pencuri ternyata datang kembali, dan kembali ia tertangkap oleh Abu Hurairah.

Kali ini dengan lebih memelas, sang pencuri berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Abu Hurairah kembali luluh dengan alasannya. Malam ketiga, ternyata sang pencuri kembali beraksi. Dengan geram ia pun menangkap dan memitingnya erat-erat, "kali ini kau akan aku adukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi kemari, tapi ternyata kau berbohong". Pencuri itu memohon untuk dilepaskan. Tapi, melihat raut muka Abu Hurairah pencuri putus asa, bahwa ia tidak akan dilepaskan lagi. Ia pun berkata : "Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."

"Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat kursi : Allahu laa ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu.... dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi."

Maka pencuri itupun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Esoknya ia mengadukan kembali peristiwa yang dialami, terutama kalimat yang diajarkan oleh sang pencuri. Rasulullah lantas bersabda, "Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta. Tahukan kamu, karena dialah syaitan."

Jumat, 21 November 2008

Adab Bicara Seorang Muslim

Sebagai agama yang sempurna, Islam mengatur segala aspek kehidupan pemeluknya. Termasuk dalam adab bicara seorang Muslim. Islam mengatur tata cara bagaimana selayaknya Muslim itu berbicara agar santun tidak menyakitkan, sesuai syariat yang diberlakukan. Ingatlah pepatah "Mulutmu Harimaumu, yang akan menerkammu sendiri." Jika kita sembarangan menggunakan lisan untuk berbicara maka akan berdampak ketkita kembali.

Berikut beberapa adab-adab berbicara seorang muslim:
1. Memulai pembicaraan dengan salam dan sapa
2. Bermuka dan berwajah manis dan ceria
3. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan sesuai dengan kapasitas lawan bicara
4. Hindari perdebatan
5. Hindari canda dan tawa yang berlebihan
6. Tidak bericara hal-hal yang tidak penting
7. Tidak menghina, mencela, mengejek lawan bicara walaupun hanya untuk bercanda
8. Tidak berghibah, mengunjing orang lain, membuka aib saudara
9. Beristigfar setelah melakukan pembicaraan
10.Bersalaman sebelum meninggalkan lawan bicara untuk menggugurkan dosa dan melenyapkan zhon yang ada.

5 Kriteria Pemimpin Idaman

Karena sifat takabur begitu buruk sehingga Allah SWT menggolongkan ahli takabur "Laa yadkhulil djannah man kaana fi qolbihi mitsqola dzarrotin min..." Tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya terdapat takabur walau sebesar biji dzarroh". Jika ingin selamat dan mulia maka kita harus tahu apa yang membuat kita mulia dan selamat. Berkaitan dengan keinginan kita memiliki seorang pemimpin yang dapat memimpin bangsa ini menjadi lebih baik, maka kita perlu pemimpin yang memiliki Kriteria Pemimpin 5T yaitu :

T Pertama adalah Tauladan

Keteladanan merupakan salah satu pilar utama yang tercermin pada sikap yang tidak menyuruh orang sebelum mengerjakan hal itu sendiri serta tidak melarang orang lain sebelum melarang dirinya sendiri. Seorang pemimpin dipastikan akan jatuh ketika tidak ada kesamaan antara perkataan dan perbuatan.

T Kedua adalah Tawadhu

Tawadhu merupakan sifat yang berlawanan dengan sifat takabur.

T Ketiga adalah Telaten

Seorang pemimpin pada dasarnya adalah Qodimuhum : Pelayan. Ketelatenan merupakan ciri orang yang dapat memimpin dengan baik.

T Keempat adalah Tanggungjawab

Kehormatan seorang pemimpin adalah keberaniannya untuk berada di barisan depan dalam memikul tanggung jawab.

T Kelima adalh Teguh Pendirian, Konsisten atau Istiqomah

Pemimpin yang senang berubah pendirian tidak akan dapat memimpin dengan baik.

Rajab, bulannya Allah

Rajab terdiri dari riga huruf : ra, jim dan ba. Setiap huruf memiliki arti sendiri-sendiri. Ra berarti Rahmatun atau rahmat Allah; jim berarti juudun, kedermawanan Allah dan ba, berarti birrun, kebaikan Allah.

Bulan rajab termasuk bulan mulia yang layak dimuliakan dengan memperbanyak ibadah. Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya bulan rajab itu bulan milik Allah yang agung. Tak satu bulan pun yang mendekati kemuliaan dan keutamannya.

Pembunuhan dan peperangan dengan orang kafir pada saat itu diharamkan. Ingat , sesungguhnya bulan Rajab itu adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku. Sementara Ramadhan adalah bulan milik Umatku. Ingatlah, barang siapa berpuasa sehari saja pada bulan Rajab, maka dia layak mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari kemurkaan Allah. Baginya tertutup pintu-pintu neraka".

Imam Ja'far Ash Shadiq menyatakan : barang siapa berpuasa sehari saja di bulan Rajab ia akan diringankan dari kepedihan sakratul maut dan azab kubur. Barang siapa berpuasa dua hari di bulan rajab maka ia diperbolehkan tidak melalui Shiratal Mustaqim. Barang siapa berpuasa tiga hari di bulan Rajab, maka ia akan terhindari dari kesusahan hari akhir dan dijauhkan dari api neraka.

Rasulullah bersabda, barang siapa yang tidak bisa melakukan puasa pada bulan Rajab maka dia bisa menggantinya dengan membaca tasbih sebanyak 100 kali. Misalnya dengan membaca : Subhanal ilahil Jalil. Subhana ma la yanbaghit tasbih illa lahu, subhanal a'azzul akram. Subhana man labisal i'zza wahuwa lahu ahlun. Tidak hanya bertasbih, Rasullullah juga menganjurkan untuk memperbanyak Istigfar di bulan Rajab.